RESUME
KEWIRAUSAHAAN
SMKN NEGERI
3 PONTIANAK
NAMA :
DEDY RAYNARDI
KELAS :
XII AK 1
EMAIL : dedy.raynardi@yahoo.co.id
A.
Resume Materi :
Penyusunan
Rencana Pengembangan Usaha
Berikut hal
– hal penting penyusunan rencana pengembangan usaha :
1.
Pengembangan
Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pernyataan
dan informasi dari seseorang atau badan kepada orang atau badan usaha lainnya.
Komunikasi antarbadan usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan,
langganan, bahkan dengan saingan.
Peningkatan
komunikasi antarbadan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara
nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui
:
a. Seminar
– seminar dalam bisnis.
b. Penataran
– penataran yang berhubungan dengan bisnis.
c. Pelatihan
– pelatihan dalam bisnis.
Sedangkan
secara nonformal dilakukan sebagai berikut :
a. Obrolan
bisnis pada pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantin
pemimpin perusahaan, dan sebagainya
b. Adanya
kekelurgaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c. Negosiasi
dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam bisnis. Para
pengusaha sebagian besar waktunya dipergunakan untuk bernegosiasi dalam mitra
usahanya. Memperbanyak negoisasi dalam bisnis memang sangat penting, agar
perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya serta memperoleh suatu
keuntungan.
Beberapa taktik cara negoisasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan
oleh para pengelola usaha adalah sebagai berikut :
a. Memberi
pilihan
Untuk
memenangkan negosiasi dalam usaha, para pengelola usaha harus dapat memberikan
jasa pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya, karena suatu kualitas
barangnya.
b. Lelang
Cara
negosiasi usaha di sini, berhubungan dengan banyaknya calon mitra bisnis.
Mereka semuanya bersaing sendiri di dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang
diajukan dalam bisnis.
c. Menipu
Para
pengelola usaha yang menerapkan negosiasi cara tersebut pada umumnya senang
menipu(faking) calon mitranya dengan menciptakan seolah-olah lebih banyak
mengetahui tentang informasi dalam bisnis.
d. Kalah
untuk menang
Dalam hal
tersebut pengelola usaha harus dapat mengalah pada saat-saat tertentu, lemah
dalam bisnis. Dengan melihat dan memperhatikan kelengahan mitra bisnisnya,
sedikit demi sedikit pengelola usaha akan menghasilkan konsesi-konsesinya.
e. Pura-pura
tidak cocok
Dengan
pura-pura tidak cocok, misalnya barang-barangnya ada cacat, maka mitra
bisnisnya akan menurunkan syarat-syarat penawarannya.
f. “Ya
atau tidak”
Dengan
taktik negosiasi tersebut, pengelola usaha akan memberikan ultimatum kepada
calon mitra bisnis untuk menerima apa yang ditawarkan persis apa adanya.
Ultimatum tersebut perlu dijalankan dan
dibawakan dengan mimik yang serius, sehingga mitra bisnisnya akan merasa
khawatir di dalam negoisasi.
g. Pura-pura
batal
Pengelola
usaha di sini berpura-pura batal dalam bisnisnya dan membatalkan negosiasinya.
Akan tetapi, tanpa sepengetahuan calon mitra bisnisnya, pengelola usaha tetap
berjuang untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis.
h. Batas
waktu
Setelah
mengemukakan persyaratan dalam bisnis, pengelola usaha di sini menerapkan dan
menetapkan batas waktu berlakunya penawaran barang – barang dagangan tersebut.
Dengan menyatakan batas waktu yang ditentukan di dalam negosiasi maka
persyaratan bisnis mungkin batal.
i. Kami
yang terhebat
Taktik
tersebut banyak membual tentang keberhasilan di dalam bisnis. Pengelolaan usaha
di sini harus dapat menciptakan kesan kehebatannya di dalam bisnis. Di dalam
usahanya, banyak calon mitra bisnis merasa amat kecil di dalam menghadapinya.
Sehingga, akan menyetujui di dalam melaksanakan negosiasi bisnis yang akan
dilaksanakan.
j. Menambah
ekstra
Taktik
negoisasi bisnis di sini, seorang pengelola usaha harus mencoba menambah
kemenangan (konsensi) pada saat terakhir. Walaupun negosiasi sebenarnya sudah
berakhir.
k. Lambungkan
bola rendah
Pada
taktik negosiasi bisnis tersebut, mulanya pengelola usaha akan menawarkan
persyaratan ringan atau rendah, tetapi setelah penawaran itu diterima, akan
segera merembet menawarkan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan segala
persyaratan semula.
l. Membuka
kartu lawan bisnis
Didalam
negosiasi di sini, seorang pengelola usaha secara lihai dan pintar dapat membuka
kartu lawan mitra bisnisnya. Dengan membuka kartu lawan mitra bisnisnya ia akan
menyetujui terhadap apa yang ditawarkan.
m. Lebih
serius
Pengelola
usaha yang menerapkan taktik tersebut akan menganggap bahwa penawaran yang
diajukan diajukan calon mitra bisnisnya hnya main-main. Akan tetapi, di dalam
neosiasi lebih serius.
n. Pot
besar
Seorang
pengelola usaha dalam taktik ini memasang persyaratan sangat tinggi sekali pada
saat memulai negosiasi bisnis
o. Persediaan
terbatas
Seorang
pengelola usaha dalam negosiasi ini, selalu menyebutkan persediaan barang
dagangnya terbatas karena laku keras. Dengan demikian, ada kesan jika membeli
atau mitra bisnisnya tidak segera menyetujui bisnisnya maka akan menyesal
karena akan kehabisan barangnya.
p. Uang
tipuan
Taktik
tersebut menyatakan harga barang dagangan dengan persentase dan dengan nilai
riilnya. Misalnya untuk harga Rp. 10.000,00 akan meminta penurunan 10%, sudah
menguntungkan.
q.
Lihat saja catatan
Seorang
pengelola usaha di sini akan menggunakan catatan bisnisnya pada waktu yang
lalu. Dengan menunjukkan catatan bisnisnya, maka mitra bisnisnya akan menerima
persyaratan yang diajukannya.
r.
Bersabar
Kesabaran
dapat juga dijadikan sebagai taktik dalam negosiasi bisnis. Di sini seorang
pengelola usaha akan bersabar menunggu sampai calon mitra bisnisnya dapat
menerima persyaratan bisnis yang diajukan.
s.
Menggigit sedikit demi sedikit
Taktik
negosiasi ysng dijalankan seorang pengelola usaha di sini tidak menampakkan
kelemahannya atau kesalahannya. Dengan taktik tersebut, pengelola usaha
berusaha memenangkan bisnis dalam negosiasi sedikit demi sedikit. Dengan cara
ini pula, calon mitra bisnisnya tidak akan sadar bahwa sebenarnya banyak
konsesi yang telah dilepaskan.
2.
Faktor
– Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Usaha
A.
Faktor
– faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor –
faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut.
1. Faktor
manusia
2. Faktor
keuangan
3. Faktor
permodalan
4. Menurut
sumbernya :
a. Modal
sendiri
b. Modal
asing ( modal luar )
5. Menurut
lama penggunaannya
a. Modal
pasif jangka pendek
b. Modal
pasif jangka panjang
6.
Faktor organisasi
7.
Faktor perencanaan
8.
Faktor mengatur bisnis
9.
Faktor pajak dan asuransi
10. Faktor
fasilitas pemerintah
11. Catat
bisnis, yang meliputi antara lain :
a.
Neraca
b.
Laporan rugi / laba
c.
Perubahan modal perusahaan
d.
Administrasi perusahaan
e.
Banyaknya karyawan perusahaan
f.
Pemasaran dan penjualan
g.
Para
pesaing
h.
Mitra bisnis
i.
Para pelanggan dan konsumen potensial
j.
Pasar yang dituju
k.
Banyaknya produk dan persediaan
B.
Faktor
– faktor penghambat kegiatan usaha
Pada
dasarnya faktor – faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha adalah sebagai
berikut :
1. Kurangnya
pengalaman di dalam usaha
2. Tidak
tepat atau cocok memilih jenis usaha
3. Tidak
adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Keuangan
atau permodalan usaha kurang sekali
5. Tidak
adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6. Tidak
ada dukungan dari pemerintah daerah
7. Tidak
mempunyai keahlian di dalam usaha
8. Tidak
mempunyai semangat kewirausahaan
9. Tidak
percaya kepada kemampuan diri sendiri
C.
Menganalisis
peluang ( opportunity ) yang ada
Jika
dianalisis, kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang menguntungkan.
Peluang yang ada banyak sekali, asal ulet, berusaha keras untuk maju, dan
percaya kepada kemampuan sendiri. Peluang bisnis bukanlah peluang jika tidak
sanggup menemukan tindakan – tindakan yang mungkin dan layak untuk
mewujudkannya.
Adapun
yang menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan di antaranya adalah sebagai
berikut :
1.
Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan
kemauan untuk sukses
2.
Kepribadian yang kuat untuk sukses
3.
Kecakapan di dalam bekerja atau mengelola usaha
4.
Menerapkan manajemen yang baik
5.
Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah – langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai
berikut :
1.
Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus
mempunyai gambaran tentang pemasaran hasil produksi
2.
Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil
produksi perusahaan cepat sampai ke tangan para konsumen atau para pembeli
3.
Cara memproduksi
4.
Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5.
Cara memperoleh bahan – bahan baku.
B.
Soal
Pilihan ganda
1.
berikut ini yang termasuk meningkatkan konsumsi
secara formal adalah ....
a. memberi
pilihan
b. lelang
c. menipu
e. negosiasi
dalam bisnis
jawaban. d
2.
yang bukan merupakan taktik cara bernegosiasi
adalah ....
b. lelanga
c. menipu
d. kalah
untuk menang
e. selalu
menang
jawaban. a
3.
untuk memenangkan negosiasi dalam usaha, para
pengelola harus dapat memberikan jasa
pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya karena kualitasnya ini
adalah pengertian dari....
a. lelang
c. menipu
d. kalah
untuk menang
e. pura-pura
tidak cocok
jawaban. b
4.
dengan mengatakan suatu barang cacat, maka mitra
bisnis akan menurunkan syarat-syarat penawaran yaitu salah satu teknik
negosiasi yaitu ....
a. lelang
b. memeberi
pilihan
c. menipu
d. kalah
untuk menang
jawaban. e
5.
salah satu teknik bisnis dimana pengelola usaha
memasang persyaratan tinggi saat memulai negosiasi bisnis yaitu teknik .......
b. memberi
pilihan
c. menipu
d. kalah
untuk menang
e. pura-pura
tidak cocok
jawaban. a
6.
yang bukan merupakan faktor pendukung kegiatan
usaha adalah.....
a. faktor
keuangan
b. faktor
manusia
d. faktor
organisasi
e. faktor
pajak dan asuransi
jawaban. c
7.
yang bukan merupakan catatan bisnis adalah .....
a. neraca
c. laporan
laba rugi
d. para
pesaing
e. mitra
bisnis
jawaban. b
8.
yang bukan merupakan faktor penghambat usaha
adalah ......
a. kurang
pengalaman
b. tidak
tepat dan cocok
c. tidak ada
dukungan dari pemerintah
d. keuangan
atau permodalan kurang
jawaban. e
9.
yang bukan merupakan langkah-langkah pengelolaan
usaha adalah ....
a. cara
memproduksi
b. cara
memperoleh bahan baku
c. cara
pengawasan atau pengendalian produk
d. mempunyai
gambaran tentang pemasaran hasil produksi
jawaban. e
10. cara
bernegosiasi dengan berhubungan dengan banyaknya calon bisnis mereka bersaing
dengan dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan dalam bisnis adalah
....
b. memberi
pilihan
c. menipu
d. kalah
untuk menang
e. pura-pura
tidak cocok
jawaban. a
Esai
1. Sebutkan
5 taktik cara bernegosiasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para
pengelola usaha !
Jawab :
1. Memberi
pilihan
2. Lelang
3. Menipu
4. Kalah
untuk menang
5. Pura
– pura tidak cocok
2. Sebutkan
5 faktor – faktor pendukung kegiatan usaha !
Jawab :
1. Faktor
manusia
2. Faktor
keuangan
3. Faktor
permodalan
4. Faktor
organisasi
5. Faktor
perencanaan
3. Sebutkan
faktor – faktor penghambat kegiatan usaha !
Jawab :
1. Kurangnya
pengalaman di dalam usaha
2. Tidak
tepat atau cocok memilih jenis usaha
3. Tidak
adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Keuangan
atau permodalan usaha kurang sekali
5. Tidak
adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6. Tidak
ada dukungan dari pemerintah daerah
7. Tidak
mempunyai keahlian di dalam usaha
8. Tidak
mempunyai semangat kewirausahaan
9. Tidak
percaya kepada kemampuan diri sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar