Selasa, 26 Februari 2013

resume kewirausahaan


RESUME KEWIRAUSAHAAN
SMKN NEGERI 3 PONTIANAK
 
NAMA : DEDY RAYNARDI
KELAS : XII AK 1

A.   Resume Materi :
Penyusunan Rencana Pengembangan Usaha
Berikut hal – hal penting penyusunan rencana pengembangan usaha :
1.    Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau badan kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antarbadan usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan, langganan, bahkan dengan saingan.
Peningkatan komunikasi antarbadan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui :
a.    Seminar – seminar dalam bisnis.
b.    Penataran – penataran yang berhubungan dengan bisnis.
c.     Pelatihan – pelatihan dalam bisnis.
Sedangkan secara nonformal dilakukan sebagai berikut :
a.    Obrolan bisnis pada pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantin pemimpin perusahaan, dan sebagainya
b.    Adanya kekelurgaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c.     Negosiasi dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam bisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya dipergunakan untuk bernegosiasi dalam mitra usahanya. Memperbanyak negoisasi dalam bisnis memang sangat penting, agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya serta memperoleh suatu keuntungan.
Beberapa taktik cara negoisasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha adalah sebagai berikut :
a.    Memberi pilihan
Untuk memenangkan negosiasi dalam usaha, para pengelola usaha harus dapat memberikan jasa pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya, karena suatu kualitas barangnya.
b.    Lelang
Cara negosiasi usaha di sini, berhubungan dengan banyaknya calon mitra bisnis. Mereka semuanya bersaing sendiri di dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan dalam bisnis.
c.     Menipu
Para pengelola usaha yang menerapkan negosiasi cara tersebut pada umumnya senang menipu(faking) calon mitranya dengan menciptakan seolah-olah lebih banyak mengetahui tentang informasi dalam bisnis.
d.    Kalah untuk menang
Dalam hal tersebut pengelola usaha harus dapat mengalah pada saat-saat tertentu, lemah dalam bisnis. Dengan melihat dan memperhatikan kelengahan mitra bisnisnya, sedikit demi sedikit pengelola usaha akan menghasilkan konsesi-konsesinya.
e.    Pura-pura tidak cocok
Dengan pura-pura tidak cocok, misalnya barang-barangnya ada cacat, maka mitra bisnisnya akan menurunkan syarat-syarat penawarannya.

f.     “Ya atau tidak”
Dengan taktik negosiasi tersebut, pengelola usaha akan memberikan ultimatum kepada calon mitra bisnis untuk menerima apa yang ditawarkan persis apa adanya. Ultimatum tersebut perlu dijalankan  dan dibawakan dengan mimik yang serius, sehingga mitra bisnisnya akan merasa khawatir di dalam negoisasi.
g.    Pura-pura batal
Pengelola usaha di sini berpura-pura batal dalam bisnisnya dan membatalkan negosiasinya. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan calon mitra bisnisnya, pengelola usaha tetap berjuang untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis.
h.    Batas waktu
Setelah mengemukakan persyaratan dalam bisnis, pengelola usaha di sini menerapkan dan menetapkan batas waktu berlakunya penawaran barang – barang dagangan tersebut. Dengan menyatakan batas waktu yang ditentukan di dalam negosiasi maka persyaratan bisnis mungkin batal.
i.      Kami yang terhebat
Taktik tersebut banyak membual tentang keberhasilan di dalam bisnis. Pengelolaan usaha di sini harus dapat menciptakan kesan kehebatannya di dalam bisnis. Di dalam usahanya, banyak calon mitra bisnis merasa amat kecil di dalam menghadapinya. Sehingga, akan menyetujui di dalam melaksanakan negosiasi bisnis yang akan dilaksanakan.
j.      Menambah ekstra
Taktik negoisasi bisnis di sini, seorang pengelola usaha harus mencoba menambah kemenangan (konsensi) pada saat terakhir. Walaupun negosiasi sebenarnya sudah berakhir.
k.    Lambungkan bola rendah
Pada taktik negosiasi bisnis tersebut, mulanya pengelola usaha akan menawarkan persyaratan ringan atau rendah, tetapi setelah penawaran itu diterima, akan segera merembet menawarkan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan segala persyaratan semula.
l.      Membuka kartu lawan bisnis
Didalam negosiasi di sini, seorang pengelola usaha secara lihai dan pintar dapat membuka kartu lawan mitra bisnisnya. Dengan membuka kartu lawan mitra bisnisnya ia akan menyetujui terhadap apa yang ditawarkan.
m.  Lebih serius
Pengelola usaha yang menerapkan taktik tersebut akan menganggap bahwa penawaran yang diajukan diajukan calon mitra bisnisnya hnya main-main. Akan tetapi, di dalam neosiasi lebih serius.
n.    Pot besar
Seorang pengelola usaha dalam taktik ini memasang persyaratan sangat tinggi sekali pada saat memulai negosiasi bisnis
o.    Persediaan terbatas
Seorang pengelola usaha dalam negosiasi ini, selalu menyebutkan persediaan barang dagangnya terbatas karena laku keras. Dengan demikian, ada kesan jika membeli atau mitra bisnisnya tidak segera menyetujui bisnisnya maka akan menyesal karena akan kehabisan barangnya.
p.    Uang tipuan
Taktik tersebut menyatakan harga barang dagangan dengan persentase dan dengan nilai riilnya. Misalnya untuk harga Rp. 10.000,00 akan meminta penurunan 10%, sudah menguntungkan.



q.    Lihat saja catatan
Seorang pengelola usaha di sini akan menggunakan catatan bisnisnya pada waktu yang lalu. Dengan menunjukkan catatan bisnisnya, maka mitra bisnisnya akan menerima persyaratan yang diajukannya.
r.     Bersabar
Kesabaran dapat juga dijadikan sebagai taktik dalam negosiasi bisnis. Di sini seorang pengelola usaha akan bersabar menunggu sampai calon mitra bisnisnya dapat menerima persyaratan bisnis yang diajukan.
s.     Menggigit sedikit demi sedikit
Taktik negosiasi ysng dijalankan seorang pengelola usaha di sini tidak menampakkan kelemahannya atau kesalahannya. Dengan taktik tersebut, pengelola usaha berusaha memenangkan bisnis dalam negosiasi sedikit demi sedikit. Dengan cara ini pula, calon mitra bisnisnya tidak akan sadar bahwa sebenarnya banyak konsesi yang telah dilepaskan.


2.    Faktor – Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Usaha
A.   Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut.
1.    Faktor manusia
2.    Faktor keuangan
3.    Faktor permodalan
4.    Menurut sumbernya :
a.    Modal sendiri
b.    Modal asing ( modal luar )
5.    Menurut lama penggunaannya
a.    Modal pasif jangka pendek
b.    Modal pasif jangka panjang
6.    Faktor organisasi
7.    Faktor perencanaan
8.    Faktor mengatur bisnis
9.    Faktor pajak dan asuransi
10. Faktor fasilitas pemerintah
11. Catat bisnis, yang meliputi antara lain :
a.    Neraca
b.    Laporan rugi / laba
c.     Perubahan modal perusahaan
d.    Administrasi perusahaan
e.    Banyaknya karyawan perusahaan
f.     Pemasaran dan penjualan
g.    Para  pesaing
h.    Mitra bisnis
i.      Para pelanggan dan konsumen potensial
j.      Pasar yang dituju
k.    Banyaknya produk dan persediaan







B.    Faktor – faktor penghambat kegiatan usaha
Pada dasarnya faktor – faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha adalah sebagai berikut :
1.    Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2.    Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3.    Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4.    Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5.    Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6.    Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7.    Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8.    Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9.    Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri


C.    Menganalisis peluang ( opportunity ) yang ada
Jika dianalisis, kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang menguntungkan. Peluang yang ada banyak sekali, asal ulet, berusaha keras untuk maju, dan percaya kepada kemampuan sendiri. Peluang bisnis bukanlah peluang jika tidak sanggup menemukan tindakan – tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya.
Adapun yang menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan di antaranya adalah sebagai berikut :
1.    Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
2.    Kepribadian yang kuat untuk sukses
3.    Kecakapan di dalam bekerja atau mengelola usaha
4.    Menerapkan manajemen yang baik
5.    Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah – langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai berikut :
1.    Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai gambaran tentang pemasaran hasil produksi
2.    Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ke tangan para konsumen atau para pembeli
3.    Cara memproduksi
4.    Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5.    Cara memperoleh bahan – bahan baku.

















B.    Soal
Pilihan ganda
1.    berikut ini yang termasuk meningkatkan konsumsi secara formal adalah ....
a. memberi pilihan
b. lelang
c. menipu
d. seminar-seminar dalam bisnis
e. negosiasi dalam bisnis
jawaban. d
2.    yang bukan merupakan taktik cara bernegosiasi adalah ....
a. memberi pilihan
b. lelanga
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. selalu menang
jawaban. a
3.    untuk memenangkan negosiasi dalam usaha, para pengelola harus dapat memberikan jasa   pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya karena kualitasnya ini adalah pengertian dari....
a. lelang
b. memberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. b
4.    dengan mengatakan suatu barang cacat, maka mitra bisnis akan menurunkan syarat-syarat penawaran yaitu salah satu teknik negosiasi yaitu ....
a. lelang
b. memeberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. e
5.    salah satu teknik bisnis dimana pengelola usaha memasang persyaratan tinggi saat memulai negosiasi bisnis yaitu teknik .......
a. pot besar
b. memberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. a
6.    yang bukan merupakan faktor pendukung kegiatan usaha adalah.....
a. faktor keuangan
b. faktor manusia
c. faktor cuaca
d. faktor organisasi
e. faktor pajak dan asuransi
jawaban. c
7.    yang bukan merupakan catatan bisnis adalah .....
a. neraca
b. laporan pegawai
c. laporan laba rugi
d. para pesaing
e. mitra bisnis
jawaban. b
8.    yang bukan merupakan faktor penghambat usaha adalah ......
a. kurang pengalaman
b. tidak tepat dan cocok
c. tidak ada dukungan dari pemerintah
d. keuangan atau permodalan kurang
e. dukungan dari pemerintah
jawaban. e
9.    yang bukan merupakan langkah-langkah pengelolaan usaha adalah ....
a. cara memproduksi
b. cara memperoleh bahan baku
c. cara pengawasan atau pengendalian produk
d. mempunyai gambaran tentang pemasaran hasil produksi
e. tidak dapat pasokan bahan baku
jawaban. e
10. cara bernegosiasi dengan berhubungan dengan banyaknya calon bisnis mereka bersaing dengan dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan dalam bisnis adalah ....
a. lelang
b. memberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. a

Esai
1.       Sebutkan 5 taktik cara bernegosiasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha !
Jawab :
1.       Memberi pilihan
2.       Lelang
3.       Menipu
4.       Kalah untuk menang
5.       Pura – pura tidak cocok

2.       Sebutkan 5 faktor – faktor pendukung kegiatan usaha !
Jawab :
1.       Faktor manusia
2.       Faktor keuangan
3.       Faktor permodalan
4.       Faktor organisasi
5.       Faktor perencanaan

3.       Sebutkan faktor – faktor penghambat kegiatan usaha !
Jawab :
1.    Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2.    Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3.    Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4.    Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5.    Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6.    Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7.    Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8.    Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9.    Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar