Selasa, 26 Februari 2013

resume kewirausahaan


RESUME KEWIRAUSAHAAN
SMKN NEGERI 3 PONTIANAK
 
NAMA : DEDY RAYNARDI
KELAS : XII AK 1

A.   Resume Materi :
Penyusunan Rencana Pengembangan Usaha
Berikut hal – hal penting penyusunan rencana pengembangan usaha :
1.    Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau badan kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antarbadan usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan, langganan, bahkan dengan saingan.
Peningkatan komunikasi antarbadan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal antara lain melalui :
a.    Seminar – seminar dalam bisnis.
b.    Penataran – penataran yang berhubungan dengan bisnis.
c.     Pelatihan – pelatihan dalam bisnis.
Sedangkan secara nonformal dilakukan sebagai berikut :
a.    Obrolan bisnis pada pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantin pemimpin perusahaan, dan sebagainya
b.    Adanya kekelurgaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c.     Negosiasi dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam bisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya dipergunakan untuk bernegosiasi dalam mitra usahanya. Memperbanyak negoisasi dalam bisnis memang sangat penting, agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya serta memperoleh suatu keuntungan.
Beberapa taktik cara negoisasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha adalah sebagai berikut :
a.    Memberi pilihan
Untuk memenangkan negosiasi dalam usaha, para pengelola usaha harus dapat memberikan jasa pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya, karena suatu kualitas barangnya.
b.    Lelang
Cara negosiasi usaha di sini, berhubungan dengan banyaknya calon mitra bisnis. Mereka semuanya bersaing sendiri di dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan dalam bisnis.
c.     Menipu
Para pengelola usaha yang menerapkan negosiasi cara tersebut pada umumnya senang menipu(faking) calon mitranya dengan menciptakan seolah-olah lebih banyak mengetahui tentang informasi dalam bisnis.
d.    Kalah untuk menang
Dalam hal tersebut pengelola usaha harus dapat mengalah pada saat-saat tertentu, lemah dalam bisnis. Dengan melihat dan memperhatikan kelengahan mitra bisnisnya, sedikit demi sedikit pengelola usaha akan menghasilkan konsesi-konsesinya.
e.    Pura-pura tidak cocok
Dengan pura-pura tidak cocok, misalnya barang-barangnya ada cacat, maka mitra bisnisnya akan menurunkan syarat-syarat penawarannya.

f.     “Ya atau tidak”
Dengan taktik negosiasi tersebut, pengelola usaha akan memberikan ultimatum kepada calon mitra bisnis untuk menerima apa yang ditawarkan persis apa adanya. Ultimatum tersebut perlu dijalankan  dan dibawakan dengan mimik yang serius, sehingga mitra bisnisnya akan merasa khawatir di dalam negoisasi.
g.    Pura-pura batal
Pengelola usaha di sini berpura-pura batal dalam bisnisnya dan membatalkan negosiasinya. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan calon mitra bisnisnya, pengelola usaha tetap berjuang untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis.
h.    Batas waktu
Setelah mengemukakan persyaratan dalam bisnis, pengelola usaha di sini menerapkan dan menetapkan batas waktu berlakunya penawaran barang – barang dagangan tersebut. Dengan menyatakan batas waktu yang ditentukan di dalam negosiasi maka persyaratan bisnis mungkin batal.
i.      Kami yang terhebat
Taktik tersebut banyak membual tentang keberhasilan di dalam bisnis. Pengelolaan usaha di sini harus dapat menciptakan kesan kehebatannya di dalam bisnis. Di dalam usahanya, banyak calon mitra bisnis merasa amat kecil di dalam menghadapinya. Sehingga, akan menyetujui di dalam melaksanakan negosiasi bisnis yang akan dilaksanakan.
j.      Menambah ekstra
Taktik negoisasi bisnis di sini, seorang pengelola usaha harus mencoba menambah kemenangan (konsensi) pada saat terakhir. Walaupun negosiasi sebenarnya sudah berakhir.
k.    Lambungkan bola rendah
Pada taktik negosiasi bisnis tersebut, mulanya pengelola usaha akan menawarkan persyaratan ringan atau rendah, tetapi setelah penawaran itu diterima, akan segera merembet menawarkan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan segala persyaratan semula.
l.      Membuka kartu lawan bisnis
Didalam negosiasi di sini, seorang pengelola usaha secara lihai dan pintar dapat membuka kartu lawan mitra bisnisnya. Dengan membuka kartu lawan mitra bisnisnya ia akan menyetujui terhadap apa yang ditawarkan.
m.  Lebih serius
Pengelola usaha yang menerapkan taktik tersebut akan menganggap bahwa penawaran yang diajukan diajukan calon mitra bisnisnya hnya main-main. Akan tetapi, di dalam neosiasi lebih serius.
n.    Pot besar
Seorang pengelola usaha dalam taktik ini memasang persyaratan sangat tinggi sekali pada saat memulai negosiasi bisnis
o.    Persediaan terbatas
Seorang pengelola usaha dalam negosiasi ini, selalu menyebutkan persediaan barang dagangnya terbatas karena laku keras. Dengan demikian, ada kesan jika membeli atau mitra bisnisnya tidak segera menyetujui bisnisnya maka akan menyesal karena akan kehabisan barangnya.
p.    Uang tipuan
Taktik tersebut menyatakan harga barang dagangan dengan persentase dan dengan nilai riilnya. Misalnya untuk harga Rp. 10.000,00 akan meminta penurunan 10%, sudah menguntungkan.



q.    Lihat saja catatan
Seorang pengelola usaha di sini akan menggunakan catatan bisnisnya pada waktu yang lalu. Dengan menunjukkan catatan bisnisnya, maka mitra bisnisnya akan menerima persyaratan yang diajukannya.
r.     Bersabar
Kesabaran dapat juga dijadikan sebagai taktik dalam negosiasi bisnis. Di sini seorang pengelola usaha akan bersabar menunggu sampai calon mitra bisnisnya dapat menerima persyaratan bisnis yang diajukan.
s.     Menggigit sedikit demi sedikit
Taktik negosiasi ysng dijalankan seorang pengelola usaha di sini tidak menampakkan kelemahannya atau kesalahannya. Dengan taktik tersebut, pengelola usaha berusaha memenangkan bisnis dalam negosiasi sedikit demi sedikit. Dengan cara ini pula, calon mitra bisnisnya tidak akan sadar bahwa sebenarnya banyak konsesi yang telah dilepaskan.


2.    Faktor – Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Usaha
A.   Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut.
1.    Faktor manusia
2.    Faktor keuangan
3.    Faktor permodalan
4.    Menurut sumbernya :
a.    Modal sendiri
b.    Modal asing ( modal luar )
5.    Menurut lama penggunaannya
a.    Modal pasif jangka pendek
b.    Modal pasif jangka panjang
6.    Faktor organisasi
7.    Faktor perencanaan
8.    Faktor mengatur bisnis
9.    Faktor pajak dan asuransi
10. Faktor fasilitas pemerintah
11. Catat bisnis, yang meliputi antara lain :
a.    Neraca
b.    Laporan rugi / laba
c.     Perubahan modal perusahaan
d.    Administrasi perusahaan
e.    Banyaknya karyawan perusahaan
f.     Pemasaran dan penjualan
g.    Para  pesaing
h.    Mitra bisnis
i.      Para pelanggan dan konsumen potensial
j.      Pasar yang dituju
k.    Banyaknya produk dan persediaan







B.    Faktor – faktor penghambat kegiatan usaha
Pada dasarnya faktor – faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha adalah sebagai berikut :
1.    Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2.    Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3.    Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4.    Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5.    Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6.    Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7.    Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8.    Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9.    Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri


C.    Menganalisis peluang ( opportunity ) yang ada
Jika dianalisis, kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang menguntungkan. Peluang yang ada banyak sekali, asal ulet, berusaha keras untuk maju, dan percaya kepada kemampuan sendiri. Peluang bisnis bukanlah peluang jika tidak sanggup menemukan tindakan – tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya.
Adapun yang menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan di antaranya adalah sebagai berikut :
1.    Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
2.    Kepribadian yang kuat untuk sukses
3.    Kecakapan di dalam bekerja atau mengelola usaha
4.    Menerapkan manajemen yang baik
5.    Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah – langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha adalah sebagai berikut :
1.    Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai gambaran tentang pemasaran hasil produksi
2.    Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat sampai ke tangan para konsumen atau para pembeli
3.    Cara memproduksi
4.    Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5.    Cara memperoleh bahan – bahan baku.

















B.    Soal
Pilihan ganda
1.    berikut ini yang termasuk meningkatkan konsumsi secara formal adalah ....
a. memberi pilihan
b. lelang
c. menipu
d. seminar-seminar dalam bisnis
e. negosiasi dalam bisnis
jawaban. d
2.    yang bukan merupakan taktik cara bernegosiasi adalah ....
a. memberi pilihan
b. lelanga
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. selalu menang
jawaban. a
3.    untuk memenangkan negosiasi dalam usaha, para pengelola harus dapat memberikan jasa   pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya karena kualitasnya ini adalah pengertian dari....
a. lelang
b. memberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. b
4.    dengan mengatakan suatu barang cacat, maka mitra bisnis akan menurunkan syarat-syarat penawaran yaitu salah satu teknik negosiasi yaitu ....
a. lelang
b. memeberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. e
5.    salah satu teknik bisnis dimana pengelola usaha memasang persyaratan tinggi saat memulai negosiasi bisnis yaitu teknik .......
a. pot besar
b. memberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. a
6.    yang bukan merupakan faktor pendukung kegiatan usaha adalah.....
a. faktor keuangan
b. faktor manusia
c. faktor cuaca
d. faktor organisasi
e. faktor pajak dan asuransi
jawaban. c
7.    yang bukan merupakan catatan bisnis adalah .....
a. neraca
b. laporan pegawai
c. laporan laba rugi
d. para pesaing
e. mitra bisnis
jawaban. b
8.    yang bukan merupakan faktor penghambat usaha adalah ......
a. kurang pengalaman
b. tidak tepat dan cocok
c. tidak ada dukungan dari pemerintah
d. keuangan atau permodalan kurang
e. dukungan dari pemerintah
jawaban. e
9.    yang bukan merupakan langkah-langkah pengelolaan usaha adalah ....
a. cara memproduksi
b. cara memperoleh bahan baku
c. cara pengawasan atau pengendalian produk
d. mempunyai gambaran tentang pemasaran hasil produksi
e. tidak dapat pasokan bahan baku
jawaban. e
10. cara bernegosiasi dengan berhubungan dengan banyaknya calon bisnis mereka bersaing dengan dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan dalam bisnis adalah ....
a. lelang
b. memberi pilihan
c. menipu
d. kalah untuk menang
e. pura-pura tidak cocok
jawaban. a

Esai
1.       Sebutkan 5 taktik cara bernegosiasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha !
Jawab :
1.       Memberi pilihan
2.       Lelang
3.       Menipu
4.       Kalah untuk menang
5.       Pura – pura tidak cocok

2.       Sebutkan 5 faktor – faktor pendukung kegiatan usaha !
Jawab :
1.       Faktor manusia
2.       Faktor keuangan
3.       Faktor permodalan
4.       Faktor organisasi
5.       Faktor perencanaan

3.       Sebutkan faktor – faktor penghambat kegiatan usaha !
Jawab :
1.    Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2.    Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3.    Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4.    Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5.    Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6.    Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7.    Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8.    Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9.    Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri


Jumat, 30 November 2012

tugas kwu dedy raynardi XII ak 1


Resume Kewirausahaan
Hal : 45 sampai 54

Mata pelajaran                          : kewirausahaan            
Kelas atau jurusan                     : XII akuntansi 1
Sekolah                                     : smk negeri 3 Pontianak
Nama                                        : Dedy raynardi              
Web/blog                                   : dedyraynardi.blogspot.com
A.      Resume menjadi dasar strate usaha.
Dalam menjalankan suatu usaha, seorqang wirausaha perlu meikirkan semua resiko yang akan terjadi pada usahanya. Semua resiko timbul harus dianalisa untuk kemudian disusun suatu strategi yang tepat dalam menjalankan usaha. Analisis dibuat berdasarkan data usaha dengan pendekatan statistiska yang relevan, sehinga analisis yang dihasilkan dapat menjadi dasar strategi Tujuan dan manfaat analisis data bagi seorang wirausaha dalam menjalankan dan mengelola sebuah usaha adalha sebagai berikut :

a.       Memperoleh data yang  lebih akurat untuk diberikan kepada bagian yang membutuhkan seperti keuangan, produksi, dan pemasaran.
b.      Mengetahui suatu kecendrungan(tren) di masa mendatang.
c.       Meminimalkan risiko kegagalan dari sebuah keputusan strategis yang diambil.
d.      Mengetahui kondisi dan kinerja usahanya.
e.      E. Mengetahui kecendrungan permintaan pasar terhadap produk dengan riset dan survey lapangan.
1.       Jenis data dalam pengambilan keputusan.
Jenis data yang dibutuhkan wirausaha untuk analisis adalah sebagai berikut :
a.       Data produk yang tidak lolos uji kualitas.
b.      Data piutang yang tidak terbayarkan oleh pelanggan atau kredit macet yang pembayarannya melebihi syarat pembayaran.
c.       Data mengenai tiingkat permintaan kebutuhan produk, baik yang ada di pasar ataupun yang belum ada di pasar.
d.      Tingkat kepuasan pelanggan akan suatu produk dan tingkat keluhan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan .
e.      Jumlah penjualan yang akan dijadikan prediksi penjualan yang akan datang.
f.        Catatan dari laporan keuangan seperti  laporan laba rugi, neraca,dan laporan arus kas.
g.        Data tentang informasi yang dibutuhkan seperti analisispeluang pokok dan tingkat pengembalian investasi.


2.       Sumber –sumber analisis data.
Sumber sumber yang perlu diketahui dan dimanfaatkan oleh wirausaha adalah sebagai berikut :
a.       Sumber data langsung dari lapangan melalui riset dan survey.
b.      Sumber data yang berasal dari media masa.
c.       Sumber data yang berasal dari pemerintah seperti badan pusat statistiska.
d.      Sumber data intern dari perusahaan.
3.       Analisis data dengan menggunakan pendekatan statistiska.
Dalam pengambilan keputusan akan lebih baik menggunakan data daripada intuisi.
Ada banyak metode dalam pengambilan keputusan dengan menggunakan data, antara lain perhitungan statistik melalui analisis persamaan regesi dan korelasi.

a.       Regresi linear sederhana
Persamaan regresi adalah persamaan matematika yang memungkinkan peramalan nilai suatu variable tak bebas(depedent variable) dari nilai variable bebas.
Bentuk persamaan umum regresi linear sederhana adalah sebagai berikut :



Misalnya , berdasarkan hasil evaluasidalam suatu perusahaan, diketahui bahwa besarnya gaji mampu meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini , besarnya gaji yang diterima karyawan adalah variable tak terbatas(X).  yang mempengaruhi kinerja jaryawan sebagai variable bebas ( Y). Dalam regresi linear, variable tak bebas (X) dapat berbagai macam dan variable yang dipengaruhi ( variable bebas) (Y) dapat berupa aspek-aspek lain yang dipengaruhi oleh variable tak terbatas (X)misalnya waktu, tingkat penjualan efektivitas kinerja karyawan, dan sebagainya.

b.      Korelasi liniear sederhana .
Korelasi linear sederhana adalah analisis yang digunakan untuk mengukur derajat keeratan hubungan antara dua variable (X dan Y) bilangan yang mengukur kekuatan hubungan antara dua variable disebut dengan koefisien korelasi(r). Koefisien korelasi memiliki nilai -1 sampai 1 .nilai r yang postif (+) ditandai oleh nilai b yang positif (+) dan sebaliknya nilai r yang negatif (-) ditandai oleh nilai b yang negatif (-)
·         Jika nilai r mendekati +1 atau r mendekati -1 artinya X dan Y memiliki korelasi liniear yang tinggi.
·         Jika nilai r=+1 a atau nilai r=-1 artinya X dan Y memiliki korealisasi liniear sempurna.
·         jika nilai r=0 artinya hubungan antara X dan Y lemah atau hubungan antara X dan Y bukan hubungan yang liniear.

untuk nilai-nilai r antara 0 dan 1 dengan 0 dan -1 tidak ada patokan pasti yang menentukan batas kekuatan hubungan antara 2 variabel. namun demikian, dapat digunakan konvensi berikut.
- hubungan antara variable X dan Y disebut kuat dan searah jika 0.75 ≤ r ≤ 1.
- hubungan antara variable X dan Y disebut kuat dan berlawan arah jika -1 ≤ r ≤ -0.75
- hubungan antara variable X dan Y disebut lemah jika -0.75 ‹ r ‹ 0,75
jika r dikuadratkan, akan didapatkan suatu nilai yang disebut dengan koefisien determinasi . koefisien determinasi menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu variable terhadap variable lainnya.

koefisien korelasi (r) dirumuskan sebagai berikut.


Strategi Menjalankan Usaha
pada kenyataan dunia usaha, tidak ada satu strategi usaha pun yang dapat menjadi patokan mutlak(absolut) untuk mencapai kesuksesan. lingkungan ekonomi mikro dan makro yang selalu berubah, serta situasi dan kondisi lingkungan usaha yang tidak pasti merupakan alasan untuk hal ini. hambatan yang dihadapi oleh seorang wirausaha harus selalu dievaluasi agar tetap bertahan di tengah ketatnya pesaing bisnis.

1. faktor penggerak perubahan
dalam dunia usaha ada banyak faktor penentu yang menjadi penggerak perubahan ( drive of change) yaitu :
a. perubahan yang didorong oleh faktor ekonomi misalnya :
1. tingkat pendapatan ( income per capital)
2. pertumbuhan penduduk
3. perubahan kurs mata uang terhadap mata uang asing,
4. krisis ekonomi dan moneter
5. perubahan kebijakan pemerintah.

perubahan ekonomi yang terjadi harus diamati dan diantisipasi agar usaha tidak mudah gagal dan jatuh.

b. perubahan yang didorong oleh faktor pasar, misalnya :
1. perubahan pola persaingan
2. perubahan gaya hidup dan perilaku pelanggan, termasuk tren kebutuhan pelanggan ( customer insight)
3. perubahan karena pesaing melakukan inovasi dan menemukan produk baru ( invention)
4. munculnya pesaing baru dengan jaringan yang kuat dan terkenal ( invicible competitor) sehingga  mengubah peta persaingan di pasar ( driver of competition change)
5. perubahan yang dimotori oleh pesaing yang memasuki bisnis secara serentak karena ketertarikan pertumbuhan pasar, seperti faktor:
a. mudah membuatnya, sehingga menyebabkan harga sangat kompetitif;
b. mudah menjualnya, sehingga usaha tidak memberikan keuntungan lagi;
c. mudah membangun bisnis tersebut
d. mudah mendapatkan bahan baku
e. modal tidak terlalu besar
f. dorongan dari pemerintah untuk membangun sektor bisnis ini dan
g. usaha besar melakukan waralaba (franchise), sehingga usaha cepat menjamur.

perubahan yang digerakan oleh faktor perkembangan teknologi.
seorang wirausahawan harus jeli dalam mengamati perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi pasar dan perusahaan.

d. perubahan yang dipengaruhi oleh iklim dan cuaca kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi mengharuskan perusahaan memiliki strategi khusus agar usahanya tetap berjalan tanpa terpengaruhi iklim dan cuaca. perubahan iklim dan cuaca akan sangat berpengaruh pada industri pertanian, perkebunan, dan sebagainya. selain itu juga akan mempengaruhi biaya-biaya yang terjadi selama operasional perusahaan berlangsung.perusahaan cuaca juga berpengaruh pada industri transportasi dan industri - industri lainnya.

2. pengaruh perubahan terhadap strategi menjalankan usaha
seorang wirausaha yang cerdas harus memperhatikan dampak perubahan yang sedang dan mungkin akan terjadi terhadap kelangsungan usahanya. oleh karena itu diperlukan perubahan strategi untuk disesuaikan dengan keadaan pesaing, permintaan, perilaku pembeli dan lain-lain.
perubahan ini memiliki 4 konsekuensi yaitu :
a. perubahan akan menciptakan peluang atau kesempatan ( opportunity)
perubahan dapat menghasilkan peluang bila anda memiliki intuisi, naluri dan hasrat untuk menemukannya.
b. perubahan akan menciptakan ancaman ( threat)
perusahaan harus melakukan perubahan strategi usaha secepat mungkin. strategi yang dapat digunakan adalah dengan market innovation and improvement strategy.
c. perubahan dapat memperlemah daya saing dan kondisi perusahaan ( weak)
perubahan-perubahan yang dapat melemahkan posisi pesaingan perusahaan, antara lain :
1. adanya peraturan baru mengenai pengurangan kadar nikotin bagi industri rokok kretek.
2. adanya peraturan yang mengharuskan perusahaan memiliki minimal satu kendaraan atas nama perusahaan, dan uji emisi untuk perusahaan transsportasi yang kondisi kendaraanya sudah tidak terlalu produktif lagi.
3. adanya peraturan mengenai pengurangan kadar pengeras tahu yang diterapkan untuk perusahaan tahu di indonesia.
perubahan strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan market defense or innovative strategy.

d. perubahan dapat memperkuat kondisi,daya saing dan strategi ( strenght)
perubahan seperti ini akaan menyebabkan posisi produk dan perusahaan di pasar semakin baik dan populer.
strategi yang sering digunakan adalah market penetration strategy atau strategi penetrasi pasar yang lebih dalam dan lebih luas lagi.
seorang wirausaha harus senantiasa mengendalikan perusahaanya agar tetap fokus pada visi dan misi usaha meskipun sedang terjadi perubahan pasar,ekonomi,teknologi dan lingkungan yang dapat mengancam daya saing perusahaan. selain itu, seorang wirausaha juga harus tetap ingat dengan faktor T.I.M.E ( timing,intuition,Momentum, and Effort) dan harus dapat memanfaatkan perubahan guna menumbuhkan perusahaan.

B.      Soal essay 1-8
1.       Sebutkan tujuan dan manfaat analisis data bagi seorang wirausaha dalam menjalankan dan mengelola sebuah usaha!
2.       Jenis data apa yang dibutuhkan wirausaha dalam pengambilan keputusan?
3.       Dari sumber mana saja seorang wirausaha dapat memperoleh data yang akan dianalisis?
4.       Sebutkan metode-metode dalam pengambilan keputusan dengan menggunakan data!
5.       Apa yang dimaksud dengan korelasi liniear sederhana!
6.       Apa yang dimaksud dengan persamaan regresi!
7.       Sebutkan perubahan yang didorong oleh factor ekonomi!
8.       Sebutkan perubahan yang didorong oleh factor pasar!

Pontianak, 29 november 2012

Dedy raynardi